Prabumulih – Semangat membangun masyarakat yang cerdas dan berdaya saing melalui penguatan budaya literasi kembali digaungkan dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Prabumulih pada 23–24 Juli 2026. Bertempat di Gedung Kesenian Rumah Dinas Wali Kota Prabumulih, kegiatan ini menghadirkan Ketua Akhyar Bestari Indonesia, D.A. Akhyar, S.Ud., M.Pd., Gr., sebagai narasumber. Bimtek tersebut menjadi ruang belajar bersama bagi para pengelola perpustakaan, tenaga pendidik, pegiat literasi, dan berbagai unsur masyarakat untuk meningkatkan kemampuan dalam mengakses, mengelola, mengevaluasi, serta memanfaatkan informasi secara tepat, kritis, dan bertanggung jawab di tengah derasnya arus informasi digital.
Dalam paparannya, D.A. Akhyar menegaskan bahwa literasi informasi merupakan kompetensi dasar yang harus dimiliki setiap warga negara pada abad ke-21. Menurutnya, masyarakat tidak cukup hanya mampu menemukan informasi, tetapi juga harus memiliki kemampuan untuk menguji kebenaran, memahami konteks, membedakan fakta dan opini, serta mengambil keputusan berdasarkan sumber yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan. Kemampuan tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang cerdas sekaligus tangguh menghadapi berbagai tantangan perkembangan teknologi informasi.
Ia menjelaskan bahwa perpustakaan saat ini telah mengalami transformasi yang sangat signifikan. Perpustakaan bukan lagi sekadar tempat menyimpan koleksi buku, melainkan telah berkembang menjadi pusat pembelajaran sepanjang hayat, pusat inovasi, ruang kolaborasi, serta wadah pemberdayaan masyarakat. Melalui layanan yang adaptif terhadap perkembangan digital, perpustakaan mampu menghadirkan berbagai sumber pengetahuan yang berkualitas dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.
Menurut D.A. Akhyar, keberhasilan pembangunan literasi informasi tidak dapat dibebankan hanya kepada perpustakaan. Dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, satuan pendidikan, keluarga, komunitas literasi, media, dan masyarakat luas agar budaya membaca, berpikir kritis, serta kebiasaan belajar sepanjang hayat dapat tumbuh secara berkelanjutan. Sinergi tersebut akan melahirkan masyarakat yang lebih bijak dalam menggunakan informasi sebagai dasar pengambilan keputusan maupun pemecahan berbagai persoalan kehidupan.
Selama kegiatan berlangsung, suasana bimtek berlangsung dinamis dan interaktif. Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi dengan mengikuti setiap sesi diskusi, berbagi pengalaman, serta mengajukan berbagai pertanyaan mengenai strategi meningkatkan literasi informasi di lingkungan sekolah, perpustakaan, dan masyarakat. Beragam persoalan yang dihadapi di lapangan menjadi bahan diskusi yang memperkaya wawasan seluruh peserta sehingga kegiatan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga menghasilkan berbagai solusi yang aplikatif.
Pada kesempatan tersebut, D.A. Akhyar juga mengingatkan pentingnya membangun etika dalam bermedia digital. Ia mengajak peserta untuk menjadi pengguna informasi yang bertanggung jawab, tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta senantiasa menjunjung tinggi nilai kejujuran, integritas, dan etika dalam setiap aktivitas di ruang digital. Menurutnya, kecakapan digital harus selalu berjalan beriringan dengan karakter yang kuat agar teknologi benar-benar memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh peserta menjadikan perpustakaan sebagai pusat lahirnya inovasi dan peradaban. Menurutnya, bangsa-bangsa besar dibangun oleh masyarakat yang gemar membaca, mencintai ilmu pengetahuan, serta memiliki tradisi belajar yang kuat. Oleh karena itu, penguatan literasi informasi harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan seluruh elemen masyarakat agar mampu menciptakan generasi yang kreatif, inovatif, adaptif, dan siap menghadapi tantangan global.
Penyelenggaraan Bimbingan Teknis Literasi Informasi selama dua hari ini menjadi bukti nyata komitmen Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Prabumulih dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan budaya literasi. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas para peserta sebagai agen perubahan yang dapat menularkan semangat literasi informasi kepada masyarakat di lingkungan masing-masing sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas.
Melalui tema "Dari Perpustakaan untuk Peradaban", kegiatan ini menegaskan bahwa perpustakaan memiliki peran strategis dalam membangun masyarakat yang cerdas, kritis, dan berkarakter. Kehadiran D.A. Akhyar sebagai narasumber diharapkan semakin memperkuat kesadaran bahwa literasi informasi bukan sekadar keterampilan mencari informasi, melainkan fondasi penting dalam membentuk peradaban yang maju, berdaya saing, dan siap menyongsong masa depan Indonesia yang lebih berkualitas.








FOLLOW THE Akhyar Bestari Indonesia AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow Akhyar Bestari Indonesia on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram