Pagar Alam, 14 Juni 2026 – Semangat transformasi pendidikan kembali bergema di Kota Pagar Alam melalui penyelenggaraan Kelas Pendidik dalam rangkaian kegiatan Temu Pendidik Nusantara (TPN) XIII Kota Pagar Alam yang dilaksanakan pada Minggu, 14 Juni 2026, bertempat di Aula SD Negeri 74 Pagar Alam. Kegiatan ini menjadi ruang belajar bersama bagi para guru, pegiat pendidikan, dan komunitas pembelajaran untuk saling berbagi praktik baik, memperkuat kompetensi profesional, serta membangun jejaring kolaborasi yang berdampak bagi kemajuan pendidikan daerah. Acara ini terselenggara melalui kolaborasi berbagai komunitas pendidikan dan didukung oleh sejumlah mitra strategis yang memiliki komitmen kuat terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.
Mengusung semangat “guru belajar, guru berbagi”, kegiatan ini menghadirkan berbagai materi yang relevan dengan tantangan pendidikan masa kini. Para peserta memperoleh kesempatan untuk mendalami pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran, penguatan budaya literasi berbasis komunitas, serta strategi membangun hubungan yang lebih dekat dan humanis antara guru dan peserta didik. Ketiga tema tersebut dipilih karena dianggap mampu menjawab kebutuhan nyata para pendidik dalam menghadapi perubahan zaman yang berlangsung sangat cepat, terutama di era transformasi digital dan perkembangan kecerdasan buatan.
Sesi pertama menghadirkan Juwairiah, M.Pd, praktisi pendidikan dan pengajar berbasis teknologi, yang membawakan materi bertajuk “Mengurai Beban Administrasi: Transformasi Guru Lewat Gemini AI dan Canva.” Dalam pemaparannya, peserta diajak memahami bagaimana kecerdasan buatan dan platform desain digital dapat dimanfaatkan untuk membantu pekerjaan administrasi guru menjadi lebih efektif dan efisien. Berbagai contoh praktik penggunaan AI untuk penyusunan perangkat ajar, pembuatan media pembelajaran, hingga pengelolaan dokumen sekolah diperkenalkan secara langsung agar dapat segera diterapkan oleh peserta di lingkungan kerja masing-masing.
Sementara itu, sesi kedua menghadirkan Dwiki Al Akhyar, S.Ud., M.Pd., Gr., Pandu Literasi Digital Komdigi RI sekaligus Founder Akhyar Bestari Indonesia. Melalui materi “Membaca Dunia Melalui Cerita Kehidupan di Taman Bacaan Masyarakat,” peserta diajak melihat literasi sebagai gerakan sosial yang tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga sebagai sarana membangun karakter, memperluas wawasan, serta memberdayakan masyarakat. Berbagai pengalaman pengelolaan taman bacaan masyarakat, pengembangan program literasi berbasis komunitas, hingga strategi membangun budaya baca di daerah menjadi inspirasi bagi para peserta yang hadir.
Pada sesi ketiga, Yulisa Andriani, S.Pd., M.Pd, Kepala SMP Negeri 4 Pagar Alam sekaligus fasilitator pembelajaran mendalam, membagikan praktik baik bertajuk “Menjalin Kedekatan Guru dan Peserta Didik Melalui Makan Bersama di Jam Istirahat.” Materi ini menyoroti pentingnya membangun hubungan emosional yang sehat antara guru dan siswa sebagai fondasi terciptanya lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan. Pengalaman nyata yang disampaikan menunjukkan bahwa pendekatan sederhana namun penuh makna dapat meningkatkan motivasi belajar, kedisiplinan, dan rasa percaya diri peserta didik.
Kegiatan Kelas Pendidik tidak hanya menjadi forum transfer pengetahuan, tetapi juga wadah refleksi dan diskusi bagi para guru untuk saling bertukar pengalaman. Dalam suasana yang hangat dan kolaboratif, peserta aktif berdialog mengenai tantangan yang mereka hadapi di sekolah masing-masing serta mencari solusi bersama melalui praktik-praktik yang telah terbukti berhasil. Interaksi semacam ini menjadi salah satu kekuatan utama Temu Pendidik Nusantara yang selama ini dikenal sebagai ruang tumbuh bagi para pendidik dari berbagai latar belakang.
Lebih dari sekadar pelatihan, Temu Pendidik Nusantara XIII Kota Pagar Alam menegaskan pentingnya gerakan pendidikan yang bertumpu pada kolaborasi. Berbagai komunitas, lembaga pendidikan, organisasi profesi, dan mitra pendukung yang terlibat menunjukkan bahwa peningkatan mutu pendidikan tidak dapat dilakukan secara individual. Dibutuhkan sinergi lintas sektor agar inovasi yang lahir dari ruang-ruang belajar guru dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi peserta didik dan masyarakat.
Antusiasme peserta terlihat sejak awal hingga akhir kegiatan. Banyak guru mengaku mendapatkan wawasan baru mengenai pemanfaatan teknologi, strategi penguatan literasi, serta pendekatan pembelajaran yang lebih manusiawi dan berpusat pada kebutuhan peserta didik. Mereka berharap kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan agar semakin banyak pendidik memperoleh kesempatan untuk belajar, berbagi, dan berkembang bersama dalam menghadapi dinamika dunia pendidikan yang terus berubah.
Melalui penyelenggaraan Kelas Pendidik dalam Temu Pendidik Nusantara XIII ini, Kota Pagar Alam kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung transformasi pendidikan yang inovatif, inklusif, dan berkelanjutan. Diharapkan semangat kolaborasi yang terbangun selama kegiatan dapat melahirkan berbagai praktik baik baru di sekolah maupun komunitas, sehingga pendidikan tidak hanya menjadi sarana transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi gerakan bersama untuk membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, kreatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.


FOLLOW THE Akhyar Bestari Indonesia AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow Akhyar Bestari Indonesia on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram